pasrahlah

/1/
jika sayapmu patah, berbaringlah di sampingku,
di sekitar daun daun merah yang dibuang oleh pohon hijau yang melahirkan mereka,
di atas lumpur hitam yang diinjak-injak oleh para pemburu serakah,
dalam padang ilalang penuh duri yang terabaikan oleh sekitarnya.


/2/
jika pelangimu memudar, meleburlah di sebelahku,
di sebelah hitam dan putih yang mungkin tak akan pernah menjadi murni,
di atas pasir abu yang berbuih-buih dengan ombak yang bergulum memusuhi,
dalam pesisir laut hitam pahit yang terpapar panas teriknya sang mentari.


/3/
jika rohmu menyiksa, bebaskanlah di sampingku,
di kuburan curam yang meretih di siang dan memekat di malam,
di kedalaman tanah yang tak akan pernah tenang untuk tidak bergemuruh dan bergumam,
dalam lorong sesak berhiaskan juntaian akar yang menjalar dalam dengan diam.


/4/
jika akalmu bengkok, kurunglah di sebelahku,
di tengah kerumanan manusia manusia pintar dengan ocehan menghakimi,
di 7 ruas tenggorokan yang selalu dengan ludah kau basahi,
dalam kidung ironi nyanyian malam yang mengeraskan dan menipu hati.


/5/
dan apabila angin masih meniupkan arwahnya padamu,
namun sayapmu yang patah telah menggembur bersama tanah tanah tandus,
dan apabila manisnya hujan dengan butirannya menitik di ubunmu,
namun pelangimu kehilangan mentari yang lembut untuk menyambutnya dengan tulus


/6/
dan apabila anggur bercawan emas datang menggodamu,
namun rohmu yang lembut telah kehilangan kekuatan untuk mengecapnya,
dan apabila teka-teki menawan tentang kehidupan telah merampok perhatianmu,
namun akalmu tidak lagi mengenal urutan dan bentuk bangun dunia.


/7/
pasrahlah, karena ketika itu kau akan mengenal keseimbangan.
pada apa yang menciptakan benci dan cinta secara bersamaan.
dalam sayap, dalam pelangi, dalam roh dan dalam akalmu.
yang menyambut pada apa yang akan datang dan melambai pada yang sudah hilang


/8/
dan lihatlah, kau bukanlah kau, karena aku telah mengalahkanmu.
dan pasrahlah, karena aku telah mengajakmu.
serta pasrahlah. karena aku telah bersamamu.
hingga pasralahlah bersama daur alam dalam diriku.

lanjutin gak ?

sakitmu, sakitku.

Tiada tempat untuk berjumpa

Tiada waktu untuk saling menyapa

Disini aku mengembara bersama kesenyian di dada

Tidak bersamanya untuk waktu yang agak lama


Sebab kata aku merana

Akibat rasa aku menduga duga

Dimanakah dirinya lagi berada

Kemanakah waktu akan membawanya


Aku rindu

Rindu senyumnya

Rindu tingkah lakunya

Rindu suaranya

Dan rindu berada disampingnya dan mendekapnya

Selamanya..


Aku berpikir dan merenung dibawah terangnya bulan

Apakah kepekaan hatinya menyamai angan anganku

Atau keegoan dan rasa malunya mempasung dirinya untuk membatu

Diantara aku dan banyangku dimatanya


Mencoba tegar.

lanjutin gak ?

aku rindu

Tiada tempat untuk berjumpa

Tiada waktu untuk saling menyapa

Disini aku mengembara bersama kesenyian di dada

Tidak bersamanya untuk waktu yang agak lama


Sebab kata aku merana

Akibat rasa aku menduga duga

Dimanakah dirinya lagi berada

Kemanakah waktu akan membawanya


Aku rindu

Rindu senyumnya

Rindu tingkah lakunya

Rindu suaranya

Dan rindu berada disampingnya dan mendekapnya

Selamanya..


Aku berpikir dan merenung dibawah terangnya bulan

Apakah kepekaan hatinya menyamai angan anganku

Atau keegoan dan rasa malunya mempasung dirinya untuk membatu

Diantara aku dan banyangku dimatanya


Mencoba tegar.

lanjutin gak ?

Copyright @ Sungai Tinta | Floral Day theme designed by SimplyWP | Bloggerized by GirlyBlogger