Tuesday, 24 July 2012
Ambigu #3
Friday, 13 July 2012
Sekantong Penuh Sebak
kau tak akan pergi karena kau tahu aku sudah terjebak
apa yang ada di pikiranku seluruhnya telah bisa kau tebak
tak ada gunanya lagi ku tuliskan sebuah puisi penuh rasa sebak
kini ku hanya bisa berhenti menjadi manja
ku langkahkan kaki berjalan melewati ranjau-ranjau galau
ledakan dari puisi patah hati atau suara cengeng para penyanyi
Hidupku adalah sebuah perjalanan di dunia penuh sebak
tak ada gunanya ku mengisi kantongku dengan apa yang oleh jutaan orang ingin di musnahkan.
Sunday, 17 June 2012
ain wa ain
Kau adalah pembiat nada sumbang.
Penulis novel tanpa pembaca.
Pemain drama di panggung gelap dengan tirai tertutup.
Tak seorangpun peduli padamu.
Temanmu adalah teman semua orang.
Dia bukan benar-benar temanmu.
Bila waktunya datang, dia adalah teman buat yang lain. Yang lain dan lain.
Kau sendirian. Mencari tujuan hidup.
Ketika kau temukan tujuanmu, seorang datang dan menjadi temanmu.
Begitu kau menjabat tangannya, tujuan hidupmu akan berada di tangannya, dan dia akan pergi.
Kau kembali lagi sendiri.
Bersama matamu yang sayup.
Bersama yang angin.
Dan yang lain.
Putus 1%
Apa arti dari putus?
Apa seperti sebuah tali yang terpotong?
Apa kita pernah menjadi sebuah tali? Apa kita pernah menjadi satu bagian yang tak terpisahkan? Lalu apa benar kita terputus?
Kita adalah penghuni dunia, pejalan kaki di gurun kering penuh cobaan.
Cobaan yang kita alami tentu berbeda.
Kau cobaanku dan aku cobaanmu.
Kau terus saja mengeluh tentang perpisahan ini.
Tapi apa arti berpisah? Apa kita pernah benar-benar bersatu?